Kopi pertama kali ditemukan di Ethiopia, Afrika Timur, pada abad ke-9. Orang yang pertama kali menemukan kopi adalah Khaldi, seorang penggembala kambing di Ethiopia.
Dalam perkembangan selanjutnya, Suku Galla di Afrika Timur memanfaatkan kopi sebagai makanan. Bahkan, sampai saat ini pun beberapa daerah di Afrika masih memakan kopi. Mereka membuat makanan dengan cara menghancurkan biji kopi, kemudian ditambah dengan minyak. Lalu, adonan tersebut dibentuk bundar dan langsung dikonsumsi.
Sekitar abad ke-15, bangsa Arab menggunakan kopi sebagai pengganti minuman anggur. Hal ini dilakukan dengan cara menuang air mendidih ke biji kopi yang sudah kering. Inovasi lain yang dilakukan yaitu dengan membuat minuman dari biji kopi yang sudah dipanggang. Proses pemanggangan terbukti membuat cita rasa kopi menjadi lebih enak.
Pada abad ke-17, kenikmatan kopi sudah sampai di daerah Skandinavia, Eropa Utara. Saat itu, ada cerita menarik, di mana Raja Gustav II dari Swedia menjatuhkan hukuman yang unik dan tidak lazim untuk dua saudara kembar. Mereka dituduh bersalah dalam suatu tindak pidana. Untuk menemukan siapa di antara mereka yang bersalah, Raja Gustav II memberikan sebuah aturan. Salah satu dari mereka hanya diizinkan minum kopi selama hidupnya, sedangkan yang satunya hanya boleh minum teh. Siapa yang meninggal lebih dahulu, maka yang akan dinyatakan bersalah. Pada akhirnya, yang meninggal adalah seorang yang meminum teh, yang meninggal pada usia 83 tahun. Sejak saat itu, masyarakat Swedia dan orang-orang Skandinavia menjadi fanatik terhadap kopi.







0 comments:
Posting Komentar